Musik telah lama berfungsi bukan sekadar sebagai medium estetika, melainkan juga sebagai wahana penyiaran ideologi, terutama dalam konteks gerakan sosial. Penelitian ini menganalisis bagaimana pesan feminisme dibingkai dalam lagu PMS karya Voice of Baceprot (VoB), sebuah band heavy metal perempuan Muslim asal Garut, Jawa Barat, Indonesia, yang musiknya merepresentasikan persilangan langka antara identitas Islam, resistensi gender, dan subkultur anak muda. Dengan menggunakan kerangka analisis framing Robert Entman, penelitian ini mengkaji empat elemen framing: definisi masalah, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan rekomendasi penyelesaian masalah yang tertanam dalam lirik lagu dan video musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VoB membangun bingkai kekerasan patriarkal dan penindasan sistemik terhadap perempuan, memposisikan standar ganda masyarakat dan hegemoni maskulin sebagai penyebab utama, mengevaluasi kondisi tersebut sebagai tidak dapat diterima secara moral melalui lensa feminisme Islam, dan merekomendasikan solidaritas perempuan serta perlawanan vokal sebagai solusinya. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus komunikasi Islam, teori framing media, dan kajian feminisme dalam konteks Indonesia, membuktikan bahwa musik populer merupakan saluran yang sah untuk advokasi ideologi dalam komunitas Muslim.
Copyrights © 2026