Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dakwah Islam dari model konvensional yang bersifat satu arah menuju ruang interaksi yang lebih partisipatif dan dialogis. Media sosial, khususnya Instagram, kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang konsultasi spiritual yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pendakwah dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi Ustadzah Halimah Alaydrus pada fitur Ask Me a Question Instagram Story dengan menggunakan perspektif retorika Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan analisis wacana terhadap 20 unit data berupa tangkapan layar jawaban Ustadzah Halimah Alaydrus yang dipilih secara purposive berdasarkan keterwakilan tema dan kandungan unsur komunikasi persuasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Ustadzah Halimah Alaydrus dibangun melalui perpaduan kredibilitas komunikator (ethos), kedekatan emosional (pathos), dan argumentasi rasional (logos). Unsur pathos menjadi elemen yang paling dominan melalui penggunaan bahasa empatik, metafora reflektif, serta humor ringan yang relevan dengan pengalaman audiens. Sementara itu, ethos diwujudkan melalui legitimasi teologis dan citra komunikator yang humanis, sedangkan logos hadir dalam bentuk solusi praktis yang aplikatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan fitur Highlight memungkinkan konten yang bersifat sementara menjadi arsip dakwah digital yang dapat diakses secara berkelanjutan. Temuan tersebut melahirkan konsep Teknoretorika Spiritual, yaitu bentuk komunikasi dakwah digital yang mengintegrasikan strategi retorika dengan fitur teknologi media sosial untuk menciptakan ruang konsultasi spiritual yang personal, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026