Kualitas part electric yang diterima pada proses incoming inspection merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis defect dominan, menganalisis faktor penyebab, serta menyusun usulan perbaikan pada proses incoming inspection part electric di PT XYZ menggunakan metode Seven Quality Control Tools. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer melalui observasi dan wawancara serta data sekunder berupa laporan incoming inspection, Standard Operating Procedure (SOP), dan Work Instruction. Analisis dilakukan menggunakan Check Sheet, Histogram, Diagram Pareto, Scatter Diagram, Flowchart, Control Chart, dan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect Under Spec Length pada Power Cord merupakan jenis defect yang paling dominan dengan jumlah 83 pcs (29,86%), diikuti Label Printing Faded sebanyak 50 pcs (17,99%), No Power sebanyak 45 pcs (16,19%), Missing Tapping sebanyak 43 pcs (15,47%), Missing IMS sebanyak 32 pcs (11,51%), dan No Sound sebanyak 25 pcs (8,99%). Scatter Diagram menunjukkan hubungan yang lemah antara jumlah PCS/LOT dengan persentase defect, sehingga tingginya defect lebih dipengaruhi oleh kualitas material, metode inspeksi, ketelitian inspector, dan kondisi proses sebelumnya. Fishbone Diagram mengidentifikasi faktor penyebab utama berasal dari aspek man, method, material, machine, dan environment. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diusulkan beberapa tindakan perbaikan berupa pelatihan inspector, standarisasi SOP, penggunaan checklist inspection, evaluasi supplier, kalibrasi alat inspeksi, serta perbaikan area kerja melalui peningkatan pencahayaan dan penerapan prinsip 5R. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT XYZ dalam meningkatkan efektivitas proses incoming inspection, menurunkan jumlah defect, serta mendukung perbaikan kualitas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026