Dengan tujuan untuk menerangkan mengenai peran komunikasi lintas budaya dalam memupuk sikap toleransi dan kebersamaan antar santri. Pelaksanaan penelitian ini dengan menggunakan metode fenomenologi kualitatif. Di mana proses pengumpulan data melalui wawancara dan observasi lapangan. Narasumber yaitu santri dari pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci asal dari luar Jawa, lebih tepatnya Riau dan Sumatera. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan: 1) Bahasa sebagai alat dalam berkomunikasi secara verbal. Mayoritas santri menggunakan bahasa Jawa. Dengan begitu, santri yang berasal dari luar Jawa berusaha untuk mempelajari bahasa Jawa sehingga mengurangi kesulitan berkomunikasi dan menciptakan kebersamaan. 2) Ada banyak arti dari komunikasi nonverbal, hal tersebut dapat diketahui lewat komunikasi visual, bahasa tubuh dan cara berpakaian. Penyesuaian diri adalah cara untuk menerapkan cara-cara baru dalam kehidupan sehingga mengikuti apa yang ada di sekelilingnya. Dengan memahami apa itu komunikasi baik verbal maupun nonverbal diharapkan bisa mengurangi kesalahan dan hambatan dalam berkomunikasi di pesantren.
Copyrights © 2026