Modernitas Barat yang berkembang sejak abad ke-19 tidak hanya menghadirkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sistem sosial, tetapi juga membawa konstruksi nilai seperti rasionalitas sekuler, individualisme, dan kebebasan berpikir yang memengaruhi struktur pemahaman keagamaan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis isi untuk menelusuri respons cendekiawan Muslim serta implikasinya terhadap perubahan sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Islam dan modernitas tidak bersifat linear, melainkan berlangsung dalam pola dialektis dari konfrontasi menuju negosiasi peradaban. Respons intelektual Muslim terbagi dalam tiga kecenderungan utama, yaitu reformisme, revivalisme, dan sintesis integratif, yang mencerminkan dinamika perebutan otoritas epistemologis dalam mendefinisikan makna kemajuan. Pada tingkat sosial, modernitas tidak menghapus agama, tetapi mentransformasikan bentuk, medium, dan struktur praktik keberagamaan melalui digitalisasi dan globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernitas Islam merupakan hasil dari proses reinterpretasi dan adaptasi kreatif yang memungkinkan Islam tetap relevan sebagai sistem nilai dalam menghadapi perubahan zaman.
Copyrights © 2026