Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran Generative Multi-Representation (GMR) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar serta menemukan berbagai masalah implementasi dan solusi praktis di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa kelas V di sebuah sekolah dasar negeri. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru kelas dan 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dokumentasi, dan tes pemahaman konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GMR mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memudahkan pemahaman konsep IPA, serta mendorong siswa aktif menjelaskan fenomena sains melalui gambar, teks, tabel, dan eksperimen sederhana. Nilai rata-rata pemahaman konsep meningkat dari 64,2 menjadi 82,5. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan sarana pembelajaran. Solusi yang ditemukan adalah penyederhanaan sintaks pembelajaran, penggunaan media digital sederhana, dan pelatihan guru berbasis komunitas belajar. Model GMR dinilai efektif diterapkan pada pembelajaran IPA sekolah dasar.
Copyrights © 2026