Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penerapan Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna menguatkan karakter gotong royong siswa sekolah dasar, sekaligus mengisi keterbatasan kajian persepsi guru pada konteks IPAS SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap guru kelas V di SD Negeri Gedangan Sidoarjo, kemudian dianalisis menggunakan teori fenomenologi Carpenter dengan uji keabsahan melalui triangulasi teknik. Hasil Penelitian menunjukkan guru menilai Problem-Based Learning (PBL) secara positif. Guru menggunakan PBL untuk mendukung pembelajaran berpusat pada siswa. PBL meningkatkan intensitas interaksi antar peserta didik. PBL meningkatkan kualitas interaksi. Interaksi menjadi lebih kuat saat siswa bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab dalam tugas kelompok. Gotong royong terlihat melalui pembagian peran yang jelas dan semua anggota berpartisipasi aktif, serta anggota saling membantu selama proses belajar. Namun, keaktifan siswa masih bervariasi dan rasa percaya diri siswa masih menjadi tantangan yang memengaruhi dinamika kelompok. Secara umum, PBL memberi kontribusi besar untuk menciptakan pengalaman belajar yang berarti, relevan, kolaboratif, serta menunjukkan cocoknya dengan kebutuhan belajar di era pendidikan modern saat ini
Copyrights © 2026