Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan murid pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas III SD Negeri Tanjungrejo 1. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 26 murid yang terdiri atas 15 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan keaktifan murid secara bertahap. Pada kondisi awal hanya 10 murid (38,46%) yang aktif, kemudian meningkat menjadi 15 murid (57,69%) pada siklus satu dan mencapai 23 murid (88,46%) pada siklus dua. Selain itu, murid mununjukkan peningkatan keberanian dalam menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa Problem Based Learning efektif menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna sehingga dapat menjadi alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026