Pemanfaatan limbah kardus bekas sebagai bahan baku produk rumah tangga merupakan salah satu upaya mendukung konsep keberlanjutan melalui peningkatan nilai guna material yang telah digunakan. Namun, sebagian besar produk kotak tisu yang beredar di pasaran masih berfokus pada fungsi utama sebagai wadah penyimpanan tisu tanpa mempertimbangkan kebutuhan konsumen secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan merancang ulang kotak tisu berbahan kardus bekas yang berorientasi pada kebutuhan konsumen menggunakan metode Nigel Cross dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD). Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan konsumen, clarifying objectives, establishing function, setting requirement, determining characteristics menggunakan House of Quality, generating alternatives, dan evaluating alternatives. Data diperoleh melalui brainstorming dan penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas konsumen meliputi kekuatan produk, desain yang menarik, kemudahan penggunaan, dimensi yang sesuai, dan harga yang terjangkau. Berdasarkan hasil QFD, kebutuhan konsumen diterjemahkan menjadi karakteristik teknis yang menjadi dasar dalam pengembangan desain. Produk akhir memiliki dimensi 22 × 13 × 12,5 cm dengan material utama berupa kardus bekas yang dipadukan dengan elemen dekoratif sehingga menghasilkan produk yang lebih fungsional, estetis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Integrasi metode Nigel Cross dan QFD menghasilkan proses perancangan yang sistematis serta mampu meningkatkan kesesuaian desain dengan kebutuhan konsumen.
Copyrights © 2026