Latar Belakang: Rendahnya literasi, numerasi, kesadaran lingkungan, serta minimnya digitalisasi UMKM merupakan permasalahan utama yang menyebabkan Desa Manggis, Kabupaten Kediri, tertinggal dalam berbagai aspek. Tujuan: Untuk menjawab kondisi tersebut melalui inisiasi konsep Lingkar Riang, sebuah model kolaborasi transformatif kampus-desa yang digagas oleh Tim PPK Ormawa HIMAPTIKA. Metode: Menggunakan program pengembangan masyarakat (community development) yang menerapkan pendekatan kualitatif partisipatif berbasis Asset-Based Community Development (ABCD). Implementasi metode ini diwujudkan dengan mendirikan delapan pojok literasi di lima lokasi sebagai pusat pembelajaran, serta menerapkan kurikulum non formal berbasis gamification untuk mendorong pemberdayaan masyarakat. Hasil: Ditemukan keberhasilan yang signifikan dalam menumbuhkan rasa memiliki dan memperkuat kapasitas komunikasi warga. Secara kuantitatif, program ini mencatat peningkatan sebesar 72% dalam kesadaran literasi, numerasi, dan lingkungan, serta peningkatan 65% dalam digitalisasi UMKM di kalangan masyarakat sasaran. Kesimpulan: Bahwa Lingkar Riang berhasil menjadi eksplorasi awal yang efektif untuk model kolaborasi kampus-desa. Program ini membuktikan potensinya untuk direplikasi di wilayah lain sebagai kerangka strategis pengembangan masyarakat berbasis aset lokal, guna mengakselerasi terwujudnya desa maju dan mandiri.
Copyrights © 2026