Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasikan narasi lisan legenda Teluk Wang Sakti ke dalam karya tari teatrikal berjudul "Lambaian Kain Beruji". Masalah utama penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara kekayaan sastra lisan Merangin dengan upaya visualisasi karakter pahlawan perempuan yang seringkali terjebak dalam stigma kelembutan satu dimensi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penciptaan karya seni melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi dengan memanfaatkan motif silat Tari Kadam sebagai basis gerak utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan properti kain ceruti secara simbolis dapat merepresentasikan dualitas karakter Putri Ratih Lailo Beruji yang memiliki sisi lembut sekaligus tangguh dalam menghadapi konflik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi antara teknik silat tradisi dan dekonstruksi properti mampu menciptakan model koreografi naratif yang inovatif. Melalui pengolahan struktur dramatik kerucut tunggal, karya ini berhasil menghidupkan kembali identitas budaya lokal Merangin serta melestarikan motif gerak tradisi melalui media seni pertunjukan modern yang edukatif bagi masyarakat luas.
Copyrights © 2026