Transformasi digital dalam seni rupa membuka peluang baru bagi perluasan kreativitas, akses budaya, dan inovasi praktik artistik. Namun, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menimbulkan persoalan etis, sosial, dan ekologis, terutama terkait hak cipta, bias algoritmik, privasi data, kesenjangan akses digital, serta dampak lingkungan dari produksi seni berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan menelaah hubungan antara AI yang bertanggung jawab, infrastruktur digital, dan keberlanjutan sosial-lingkungan dalam ekosistem seni rupa kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan analisis kasus, tulisan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan seni rupa digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada tata kelola yang transparan, inklusif, dan akuntabel. Kebaruan artikel ini terletak pada perumusan artifisialitas yang bertanggung jawab sebagai dasar konseptual untuk menghubungkan etika AI, keadilan infrastruktur, dan keberlanjutan seni rupa.
Copyrights © 2026