JURNAL TUGAS AKHIR MAHASISWA
Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA

TOPONIMI DESA DI KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU: VILLAGE TOPONYMY IN KUSAN HULU DISTRICT, TANAH BUMBU REGENCY

Amalia Puteri (Universitas Lambung Mangkurat)
Sabhan (Unknown)
Lita Luthfiyanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi toponimi dan makna kultural desa di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan cerita masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara terhadap sebelas narasumber dari sebelas desa. Toponimi dikaji melalui pendekatan antropolinguistik dan semantik untuk memahami peran bahasa dan makna dalam penamaan tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas desa terdapat lima desa termasuk dalam aspek perwujudan, tiga desa dalam aspek kemasyarakatan, dan tiga desa dalam aspek kebudayaan. Sementara itu, makna kultural penamaan desa ditinjau dari tujuh unsur kebudayaan universal, dengan dominasi unsur bahasa, sistem mata pencaharian, serta sistem religi dan kesenian. Penelitian ini menegaskan bahwa toponimi tidak hanya berkaitan dengan nama tempat, tetapi juga sarat akan nilai budaya lokal masyarakat. Abstract This study aims to describe the categorization of toponymy and the cultural meanings of village names in Kusan Hulu District, Tanah Bumbu Regency, based on local community narratives. A qualitative approach was employed, with data collected through direct observation and interviews with eleven informants from eleven villages. The toponymic analysis was conducted using antropolinguistic and semantic approaches to explore the roles of language and meaning in place naming. The findings reveal that out of the eleven villages, five fall into the category of embodiment, three into social aspects, and three into cultural aspects. The cultural meanings behind the village names are examined through the lens of seven universal elements of culture, with dominant elements including language, livelihood systems, and religious and artistic expressions. This study affirms that toponymy is not merely about naming places, but is deeply embedded with the local community’s cultural values.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JTAM

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Arah riset yang dilakukan antara lain menyentuh ranah kebahasaan, kesastraan, keterampilan berbahasa, serta bahasa dan sastra Indonesia secara umum. ...