Deteksi partial discharge (PD) pada peralatan tegangan tinggi merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah pendekatan berbasis Ultra High Frequency (UHF) dengan memanfaatkan antena bowtie sebagai sensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gap distance terhadap performa antena bowtie dalam aplikasi deteksi PD. Metode yang digunakan adalah simulasi elektromagnetik berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan perangkat lunak HFSS Ansys. Variasi gap distance yang digunakan adalah 4 mm, 6 mm, dan 8 mm, dengan parameter lain dijaga konstan, yaitu wing radius 35 mm dan flare angle 60°. Analisis difokuskan pada parameter return loss dan bandwidth pada rentang frekuensi 0,1–3 GHz. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi gap distance tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap frekuensi resonansi, namun berpengaruh terhadap return loss dan bandwidth. Semakin besar gap distance, nilai return loss cenderung meningkat (kurang negatif) dan bandwidth menurun. Performa terbaik diperoleh pada gap distance 4 mm dengan return loss sebesar -17,43 dB dan bandwidth sebesar 302,2 MHz. Hasil ini menunjukkan bahwa gap distance yang lebih kecil memberikan pencocokan impedansi yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi antena dalam mendeteksi sinyal PD.
Copyrights © 2026