Komunikasi dakwah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama di pesantren guna mencegah penetrasi paham ekstremisme yang bertentangan dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Namun, masih terdapat keterbatasan kajian yang menggambarkan bagaimana pesan dakwah moderatif dikonstruksi dan disampaikan secara sistematis dalam lingkungan pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi dakwah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bobos Cirebon melalui model komunikasi David K. Berlo (SMCR), mencakup sumber pesan (da’i), isi pesan, media, dan penerimaan mad’u. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme-interpretif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dilakukan melalui pendekatan da’wah bil-lisan, bil-qalam, dan bil-hal, dengan pesan yang menekankan nilai tawassut (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi). Media dakwah mencakup pendidikan formal, halaqah bahtsul masail, serta platform digital. Secara praktis, penelitian ini memperkuat strategi dakwah persuasif di pesantren, sedangkan secara teoretis memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi komunikasi dakwah moderatif berbasis model komunikasi.
Copyrights © 2026