Penelitian ini menganalisis implementasi modul ajar kurikulum merdeka mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) di kelas 5 SD Negeri 4 Mogolaing. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi literasi digital siswa dari pengguna konsumtif menjadi pemikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi infrastruktur digital dengan desain instruksional yang menekankan kedalaman kognitif berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pilar berpikir komputasional, khususnya dekomposisi dan algoritma. Aktivitas debugging dan refleksi menjadi kunci dalam memfasilitasi transisi kognitif siswa untuk memahami logika sistem cerdas secara subtantif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektifitas kurikulum KKA di sekolah dasar sangat ditentukan oleh kualitas pedagogi yang mendorong keterlibatan kogniitif tingkat tinggi.
Copyrights © 2026