Pendidikan inklusi bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi anak berkebutuhan khusus dalam lingkungan sekolah reguler. Masa transisi dari Taman Kanak-kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan periode penting yang sering menimbulkan hambatan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami tantangan yang muncul dalam peralihan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi anak inklusi ketika memasuki jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu menelaah buku, jurnal, dan kebijakan pendidikan yang relevan. Temuan menunjukkan adanya hambatan akademik berupa perbedaan kurikulum dan kesiapan belajar, hambatan sosial-emosional terkait penyesuaian anak terhadap lingkungan baru, hambatan struktural berupa keterbatasan fasilitas serta koordinasi antar lembaga, dan hambatan kolaborasi yang muncul akibat kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Argumen utama penelitian ini menekankan perlunya strategi kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, dan sekolah untuk mengatasi hambatan tersebut.
Copyrights © 2026