Buah dan sayuran merupakan sumber pangan nabati yang berpotensi menjadi habitat alami Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dapat dimanfaatkan sebagai probiotik. Namun, informasi mengenai BAL indigenous dari komoditas lokal Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi awal BAL dari buah dan sayuran edible asal Pangandaran, Jawa Barat, sebagai kandidat probiotik berbasis sumber daya hayati lokal. Penelitian dilakukan secara deskriptif eksploratif menggunakan sampel pisang, sawo, pakis, dan petai. Isolasi bakteri dilakukan pada media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA) dan de Man Rogosa Sharpe Broth (MRSB), kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi fenotipik melalui pengamatan morfologi koloni, pewarnaan Gram dan spora, serta uji katalase, oksidase, dan tipe fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh sembilan isolat bakteri. Tujuh isolat memiliki karakteristik yang sesuai dengan kelompok BAL, yaitu Gram positif, tidak membentuk spora, katalase negatif, dan oksidase negatif. Berdasarkan karakter fenotipiknya, isolat tersebut memiliki kemiripan dengan genus Lactococcus, Lactobacillus, dan Leuconostoc, sedangkan dua isolat dari petai diduga memiliki kemiripan dengan genus Acinetobacter dan Sphaerobacter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah dan sayuran asal Pangandaran berpotensi menjadi sumber BAL indigenous yang dapat dikembangkan sebagai kandidat probiotik. Namun, identitas isolat masih perlu dikonfirmasi melalui identifikasi molekuler
Copyrights © 2026