Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MEMBRAN ALGINAT SEBAGAI PEMBALUT LUKA PRIMER DAN MEDIA PENYAMPAIAN OBAT TOPIKAL UNTUK LUKA YANG TERINFEKSI Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.795 KB)

Abstract

Alginat sampai saat ini belum dimanfaatkan untuk tekstil medis, terutama sebagai produk alternatif pembalut luka primer. Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat berdaya serap tinggi, bersifat anti bakteri dan dapat mempercepat  penyembuhan  luka,  namun  bukan  antibiotik.   Penelitian  ini  adalah  penelitian  lanjutan  yang bertujuan untuk membuat membran alginat yang mengandung obat (Basitrasin dan Neomisin), agar dihasilkan membran  dengan  kualitas  lebih  baik,  karena  dapat  menyembuhkan  luka  yang  terinfeksi.  Oleh  karenanya diperlukan penelitian  lanjutan.  Pengujian yang dilakukan meliputi uji fisika, analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis.Penelitian ini berhasil mendapatkan membran yang dapat mempercepat penyembuhan luka yang  terinfeksi. Diharapkan, produk ini dapat digunakan untuk mensubstitusi kebutuhan pembalut luka impor. Dengan demikian, apabila   bahan   bakunya berasal dari sumber daya alam yang ada,  maka selain akan lebih ekonomis lagi, diharapkan terciptanya diversifikasi produk yang mempunyai nilai tambah.Dari  hasil  uji  ternyata kualitas produk  dipengaruhi  oleh  kondisi  proses.  Semakin  besar  konsentrasi  alginat, membran semakin kuat, berat dan tebal, namun mulurnya berkurang.  Membran memenuhi beberapa kriteria sebagai pembalut luka dan media penyampaian obat topikal, yaitu berdaya absorpsi tinggi, berpori, memiliki sifat fisik yang memadai, dan dapat mempercepat penyembuhan luka yang terinfeksi.Kata kunci: tekstil medis, pembalut luka primer, media penyampaian obat topikal, alginat, Sargassum Sp
PENGGUNAAN MEMBRAN ALGINAT SEBAGAI PRODUK ALTERNATIF TEKSTIL MEDIS PEMBALUT LUKA PRIMER PADA KELINCI ALBINO JANTAN Mutia, Theresia; Safitri, Ratu; Eriningsih, Rifaida
Arena Tekstil Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.372 KB)

Abstract

Untuk mengetahui apakah membran alginat dapat digunakan sebagai produk alternatif tekstil medispembalut luka primer, maka telah dilakukan uji pre klinis untuk mengobati luka pada kulit kelinci albino jantan,sesuai dengan standar yang berlaku (OCDC Guidelines for the testing of Chemicals, 404). Percobaan dilakukanterhadap tiga ekor kelinci albino jantan, yaitu dengan melukai bagian kiri dan kanan punggung kelinci. Bagiankanan punggung kelinci ditempelkan pembalut luka yang kontak langsung dengan luka, sedangkan bagian kirinyatidak (sebagai kontrol). Adapun waktu pengamatannya adalah 1 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Dari hasilpercobaan diketahui bahwa membran dapat mempercepat penyembuhan luka dan tidak menyebabkan iritasi kulit,bahkan setelah tiga hari hampir tidak terlihat adanya goresan bekas luka.
EFEKTIFITAS HIDROLISIS TEPUNG EMPULUR SAGU (Metroxylon sagu Rottb) OLEH KOMBINASI ASAM SULFAT DAN ENZIM TERHADAP HASIL GULA PEREDUKSI UNTUK BAHAN BAKU FERMENTASI BIOETANOL Safitri, Ratu; Andayaningsih, Poniah; Mutia, Theresia
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6259.466 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas hidrolisis kombinasi asam sulfat dan enzim terhadap hasil hidrolisat gula pereduksi.  Penelitian dilakukan secara eksperimental, dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hidrolisis secara kimia menggunakan larutan asam sulfat (H2S04)    6M, pH 1,0-2,0, diinkubasi pada suhu 120°Cselama 60 menit. Hidrolisis lanjutan secara enzimatik dengan menggunakan enzim α-amylase dosis 0,17 I-Il/gdosis  , enzim hemiselulase dosis 0.0003 g/g),  enzim selulase dosis 0,55 µl/g) dan enzim amiloglukosidase 0,37 µl/g.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hidrolisis dengan asam sulfat 6 M dihasilkan konsentrasi gula pereduksi sebesar 22,6 % dengan DE (Dextrose /Equivalent)sebesar 28,63 %. Selanjutnya penggunaan hidrolisis enzimatik dapat meningkatkan konsentrasi gula pereduksi sebesar 53, 28 % dan nilai DE hingga 68, 52%KataKunci: Hidrolisis, Sagu, Selulosa, Hemiselulosa, α-amylase, amiloglukosidase, selulase 
SERAT NANO GELATIN/POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KEPERLUAN TEKSTIL MEDIS Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material berserat nano penting dalam rangka mencari bahan yang kompetitif, strategis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Serat nano untuk produk teksti medis  berukuran  lebih kecil dari 500 nm. Di bidang medis, biomaterial yang banyak digunakan antara lain alginat, chitosan dan gelatin, karena sifatnya yang nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempercepat pertumbuhan sel baru. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang terdapat pada kulit, otot dan tulang. Gelatin banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang medis, misalnya untuk pembalut luka, scafold (untuk rekayasa jaringan) dan lain sebagainya. Namun,  sampai saat ini produk tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil medis melalui proses elektrospining. Padahal produk akhirnya akan berkualitas tinggi, karena memiliki luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Tujuan penelitian ini adalah membuat lembaran tipis (membran) dari serat gelatin/polivinil alkohol dengan metoda elektrospining untuk produk tekstil medis berkualitas nano, yang dapat digunakan sebagai  pembalut luka.  Percobaan dilakukan menggunakan variasi kondisi proses agar diperoleh kondisi yang optimal. Pengujian yang dilakukan  meliputi analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis. Dari hasil uji diketahui bahwa produk dapat digolongkan sebagai produk tekstil medis berkualitas nano. Produk hasil penelitian ini telah lolos uji pre klinis dan dapat digunakan sebagai pembalut luka, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat mempercepat penyembuhan luka. Kata kunci:  gelatin, serat berskala mikro hingga nano, elektrospining, tekstil medis, pembalut luka
EFEKTIFITAS HIDROLISIS TEPUNG EMPULUR SAGU (Metroxylon sagu Rottb) OLEH KOMBINASI ASAM SULFAT DAN ENZIM TERHADAP HASIL GULA PEREDUKSI UNTUK BAHAN BAKU FERMENTASI BIOETANOL Safitri, Ratu; Andayaningsih, Poniah; Mutia, Theresia
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6259.466 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas hidrolisis kombinasi asam sulfat dan enzim terhadap hasil hidrolisat gula pereduksi.  Penelitian dilakukan secara eksperimental, dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hidrolisis secara kimia menggunakan larutan asam sulfat (H2S04)    6M, pH 1,0-2,0, diinkubasi pada suhu 120°Cselama 60 menit. Hidrolisis lanjutan secara enzimatik dengan menggunakan enzim α-amylase dosis 0,17 I-Il/gdosis  , enzim hemiselulase dosis 0.0003 g/g),  enzim selulase dosis 0,55 µl/g) dan enzim amiloglukosidase 0,37 µl/g.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hidrolisis dengan asam sulfat 6 M dihasilkan konsentrasi gula pereduksi sebesar 22,6 % dengan DE (Dextrose /Equivalent)sebesar 28,63 %. Selanjutnya penggunaan hidrolisis enzimatik dapat meningkatkan konsentrasi gula pereduksi sebesar 53, 28 % dan nilai DE hingga 68, 52%KataKunci: Hidrolisis, Sagu, Selulosa, Hemiselulosa, α-amylase, amiloglukosidase, selulase 
SERAT NANO GELATIN/POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KEPERLUAN TEKSTIL MEDIS Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material berserat nano penting dalam rangka mencari bahan yang kompetitif, strategis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Serat nano untuk produk teksti medis  berukuran  lebih kecil dari 500 nm. Di bidang medis, biomaterial yang banyak digunakan antara lain alginat, chitosan dan gelatin, karena sifatnya yang nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempercepat pertumbuhan sel baru. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang terdapat pada kulit, otot dan tulang. Gelatin banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang medis, misalnya untuk pembalut luka, scafold (untuk rekayasa jaringan) dan lain sebagainya. Namun,  sampai saat ini produk tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil medis melalui proses elektrospining. Padahal produk akhirnya akan berkualitas tinggi, karena memiliki luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Tujuan penelitian ini adalah membuat lembaran tipis (membran) dari serat gelatin/polivinil alkohol dengan metoda elektrospining untuk produk tekstil medis berkualitas nano, yang dapat digunakan sebagai  pembalut luka.  Percobaan dilakukan menggunakan variasi kondisi proses agar diperoleh kondisi yang optimal. Pengujian yang dilakukan  meliputi analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis. Dari hasil uji diketahui bahwa produk dapat digolongkan sebagai produk tekstil medis berkualitas nano. Produk hasil penelitian ini telah lolos uji pre klinis dan dapat digunakan sebagai pembalut luka, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat mempercepat penyembuhan luka. Kata kunci:  gelatin, serat berskala mikro hingga nano, elektrospining, tekstil medis, pembalut luka
Analisis Filogenetik Gen L1 Human Papillomavirus 16 pada Penderita Kanker Serviks di Bandung Fadhilah, Fitri Rahmi; Sahiratmadja, Edhyana K.; Safitri, Ratu; Maskoen, Ani Melani; Susanto, Herman
Majalah Kedokteran Bandung Vol 47, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.585 KB)

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) tipe high risk (hr) yang kronik dapat menyebabkan kanker serviks. Berbagai genotipe hrHPV telah teridentifikasi dan HPV-16 merupakan genotipe yang tersering menginfeksi serviks. Fragmen L1 HPV dapat digunakan untuk mengidentifikasikan asal usul HPV. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi asal usul HPV-16 dengan membuat pohon filogenetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika Molekuler Unit Penelitian Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung pada Februari hingga Agustus 2013. Isolat biopsi dari pasien kanker serviks disumbangkan oleh Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Isolasi DNA dibuat dari biopsi jaringan kanker serviks dan fragmen L1 diamplifikasi dengan desain primer sendiri. Infeksi dengan HPV-16 dikonfirmasi dengan Linear Array test (Roche). Sekuens urutan basa kemudian dimasukkan dalam program filogenetik (MEGA5). Hasil konstruksi menunjukkan isolat pasien kanker serviks dari Bandung berada dalam satu subgrup dengan HPV asal Asia dan Asia Timur. Simpulan, cluster HPV Indonesia berada pada galur Asia dan Asia Timur. [MKB. 2015;47(3):174–78]Kata kunci: Filogenetik, fragmen L1,  human papillomavirus 16 (HPV-16)Phylogenetic Analysis of Human Papillomavirus 16 L1 Gene from Cervical Cancer Patient in BandungAbstractChronic infection with high-risk (hr) human papillomavirus (HPV) can lead to cervical cancer. Various hrHPV genotypes have been identified and HPV genotype 16 is the most common genotypes that infect cervical cancer. HPV L1 fragment can identify the origin of HPV. The purpose of this study was to explore the origins of HPV-16 by making a phylogenetic tree. This study used analytical descriptive method and was  was conducted at the Laboratory of Molecular Genetics, Health Research Unit, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran Bandung in the period of February to August 2013. Biopsy from cervical cancer patient was donated by the Department of Obstetrics, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Bandung. Isolation of DNA was prepared from tissue biopsies of cervical cancer and L1 fragment was amplified with the specific primer. Infection with HPV-16 was confirmed by Linear Array test (Roche) design. The sequence then was constructed using the phylogenetic program (MEGA5). Results showed that the isolate from patient with cervical cancer from Bandung was in one subgroup with HPV from Asia and East Asia. In conclusion, cluster HPV of Bandung is in the same strain as the strain in Asia and East Asia. [MKB. 2015;47(3):174–78]Key words: Human papillomavirus 16 (HPV-16), L1 fragment, phylogenetic DOI: 10.15395/mkb.v47n3.598
Uji Kinerja Konsorsium Bakteri (Bacillus coagulans, B. pumilus, B. subtilis, Nitrosomonas sp., B. licheniformis, Pseudomonas sp.) dalam Berbagai Bahan Pembawa (Alginat-Tepung Tapioka, Serbuk Talek-Gelatin, dan Tepung Beras-Susu Skim-Tepung Jagung-Dekstrosa) dan Waktu Kontak Terhadap Bioremediasi Perairan Asal Sungai Cimuka Diana Indah Permatasari; Ratu Safitri; Nia Rossiana; Bambang Priadie
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2014): BIOTIKA DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v12i2.10077

Abstract

FUNGI YANG BERPOTENSI PENGHASIL AFLATOKSIN PADA BUNGKIL KACANG Ratu Safitri
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2006): Biotika Juni 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v5i1.327

Abstract

BIODEGRADATION TEST ON THE LUBRICATING OIL IN THE FRESH AND SEA WATER OF THE BACTERIA FROM SOIL CONTAMINATED LUBRICATING OIL Ratu Safitri; E. M. Soekartadiredja; Febby Hauwita; Rymond J. Rumampuk
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2003): Biotika Juni 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v2i1.225

Abstract

Co-Authors Abun Abun Abun Hasbuna Padmadijaya Ahmad Yani Nelly Wahyuni Lia Destiarti Akeyla Tabina Tawangalun Alif Bagus Rakhimullah Ani Melani Maskoen Ani Melani Maskoen Ari Widiyantoro Arrizqiani, Tanendri Aufa Aulia Kanza Bambang Priadie Bashari, Muhammad H. Bashari, Muhammad Hasan BERTI HARIASIH HANDAYANI Candra Arumimaniyah Diana Indah Permatasari E. M. Soekartadiredja Edhyana Sahiratmadja Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Emma Rachmawati Erick Khristian Erick Khristian Erick Khristian Fakhira, Anisa Muthia Febby Hauwita Firdawati, Nurul Fitri Rahmi Fadhilah Gemilang Lara Utama Harlia Harlia Herman Susanto Ibnu Dwi Buwono Irianto, Gunawan Iskandar Iskandar Jeri Nobia Purnama Jeri Nobia Purnama Jeri Nobia Purnama Joko Kusmoro Kamisah, Yusof Kartiawati Alipin Khristian, Erick Marlinda Siahaan Maryati Maryati Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A. Syamsunarno Masahiko Kurabayasi Melanie, M Mia Miranti Mia Miranti Rustama Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad Mutia, Theresia Nia Rossiana Nurullia Fitriani Poniah Andayaningsih Purnama, Jeri N. R. Ninda Naufal Utami Ramdan Panigoro Rifaida Eriningsih Rifaida Eriningsih Rifaida Eriningsih, Rifaida Rika Pura Berliyani ROFIQ SUNARYANTO Ruhyat Kartasudjana Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Rymond Jusuf Rumampuk Salsabila, Nadhila Hasna Shinta Asarina Sri Rejeki Rahayuningsih Sukaya Sastrawibawa Sunendi, Sunendi Tanendri Arrizqiyani, Tanendri Tatsuya Iso Theresia Mutia Theresia Mutia Theresia Mutia, Theresia Titi Lahanda Susanti Tri Yuliana Unang Supratman Uni Gamayani Wibowo, Annisa Maharani Yasmi P. Kuntana, Yasmi P. Yasmi Purnamasari Kuntana Youngest, Racy Yuli Andriani Yuli Andriani Yulia, Tri Yusof Kamisah