Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi nelayan tradisional dalam menjaga stabilitas pendapatan di tengah kondisi cuaca ekstrem di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan nelayan tradisional aktif, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena cuaca ekstrem (angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras) melumpuhkan aktivitas produktif sehingga menurunkan pendapatan harian sektor kelautan nelayan hingga mencapai 0% demi keselamatan kerja. Sebaliknya, pada kondisi cuaca normal, volume tangkapan meningkat dan pendapatan kembali stabil dengan pemanfaatan TPI sebagai stabilisator harga pasar. Untuk mengatasi kerentanan ekonomi selama siklus cuaca ekstrem, nelayan menerapkan tiga pilar strategi adaptasi utama: diversifikasi pekerjaan sampingan (menjadi buruh tani, buruh harian lepas, atau usaha dagang kecil), pemanfaatan modal sosial (jaringan solidaritas kelompok dan pinjaman informal tanpa bunga), serta penyesuaian teknis waktu melaut berbasis kolaborasi pengetahuan lokal (local knowledge) dan teknologi komunikasi seluler sederhana. Kemampuan adaptasi multidimensi ini menjadi kunci utama komunitas nelayan tradisional di TPI Paiton dalam mempertahankan kelangsungan hidup subsisten keluarga mereka.
Copyrights © 2026