Peramalan penjualan merupakan salah satu upaya yang dapat membantu pelaku usaha mengelola persediaan produk agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kesalahan dalam memperkirakan jumlah penjualan dapat menyebabkan kelebihan maupun kekurangan stok yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan menurunnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi metode Simple Moving Average (SMA) dan Weighted Moving Average (WMA) dalam meramalkan penjualan produk skincare di Toko ABC Amel Beauty. Data yang digunakan berupa data penjualan lima jenis produk skincare selama periode Januari hingga Desember 2024. Tingkat akurasi kedua metode dievaluasi menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), Root Mean Squared Error (RMSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Weighted Moving Average menghasilkan akurasi yang lebih baik pada produk Face Wash dengan nilai MAD sebesar 2,0733, MSE sebesar 5,4215, RMSE sebesar 2,3284, dan MAPE sebesar 4,3739%, lebih rendah dibandingkan metode Simple Moving Average. Secara keseluruhan, metode Weighted Moving Average lebih efektif dalam menghasilkan peramalan penjualan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan jumlah persediaan produk secara lebih tepat.
Copyrights © 2026