Gagal panen merupakan salah satu permasalahan yang berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekonomi petani, strategi yang dilakukan dalam mempertahankan pendapatan, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi petani Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo saat mengalami gagal panen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tiga petani dan dua penyuluh pertanian yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagal panen menyebabkan penurunan pendapatan rumah tangga petani, berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta terganggunya pembiayaan pendidikan anak. Strategi yang dilakukan petani meliputi mencari pekerjaan sampingan, memanfaatkan bantuan pemerintah, memperbaiki pola budidaya, menggunakan bibit yang lebih berkualitas, serta memanfaatkan informasi dari penyuluh pertanian. Faktor pendukung utama adalah modal, akses informasi, dan jaringan sosial, sedangkan faktor penghambat meliputi cuaca yang tidak menentu, serangan hama, keterbatasan modal, dan kondisi irigasi yang belum optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan pendapatan petani saat menghadapi gagal panen.
Copyrights © 2026