Gangguan komunikasi verbal merupakan kondisi ketika individu mengalami hambatan dalam menerima, memproses, dan menyampaikan informasi secara verbal. Anak dengan gangguan komunikasi verbal memerlukan dukungan keluarga yang optimal, terutama dari ibu sebagai caregiver utama, untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah terapi menanam cabai yang termasuk dalam terapi hortikultura. Aktivitas menanam cabai dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan komunikasi anak melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga pada anak dengan gangguan komunikasi verbal melalui dukungan emosional ibu dan terapi menanam cabai. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada keluarga Ny. M di Dusun Baturan Trihanggo Sleman Yogyakarta. Intervensi dilakukan melalui edukasi dukungan emosional kepada ibu dan pelaksanaan terapi menanam cabai sebagai media stimulasi komunikasi. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan keterlibatan anak dalam aktivitas, peningkatan kemampuan mengikuti instruksi sederhana, peningkatan kontak mata, serta munculnya komunikasi verbal sederhana selama kegiatan menanam cabai. Selain itu, ibu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memberikan dukungan emosional dan stimulasi perkembangan kepada anak. Intervensi dukungan emosional ibu dan terapi menanam cabai dapat menjadi alternatif tindakan keperawatan keluarga dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak.
Copyrights © 2026