Penelitian ini bertujuan memahami makna dukungan sosial keluarga dalam keberlanjutan pendidikan tinggi pada mahasiswa yang mengalami perceraian orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif seorang mahasiswa aktif yang tetap melanjutkan studi meskipun menghadapi perubahan keluarga dan hambatan ekonomi. Subjek dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria berasal dari keluarga pascaperceraian, pernah mengalami kesulitan biaya pendidikan, dan masih menempuh pendidikan tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dan observasi, kemudian ditranskripsikan secara verbatim dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga hadir dalam empat bentuk, yaitu dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan. Ibu menjadi sumber utama dukungan emosional melalui perhatian, nasihat, dan motivasi, sedangkan keluarga besar membantu memenuhi kebutuhan pendidikan. Dukungan informasional membantu subjek mengambil keputusan, sementara dukungan penghargaan memperkuat kepercayaan diri untuk tetap kuliah. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berfungsi sebagai faktor protektif yang membantu mahasiswa beradaptasi, menjaga motivasi, dan mempertahankan pendidikan tinggi setelah perceraian orang tua. Dukungan tersebut juga memberi harapan bahwa pendidikan tetap dapat diperjuangkan ketika struktur keluarga berubah dan sumber daya ekonomi terbatas dalam situasi penuh tekanan yang berat.
Copyrights © 2026