Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Ekowisata Hutan Bale Mangrove Desa Jerowaru, menghitung nilai ekonomi total ekosistem mangrove, serta menguji faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi kunjungan wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Responden wisatawan ditentukan melalui incidental sampling, sedangkan masyarakat dan pengelola dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui valuasi ekonomi, Travel Cost Method, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Desa Jerowaru memiliki karakteristik ekologis yang baik, ditandai oleh keberadaan Rhizophora sp., Avicennia sp., Bruguiera sp., Nypa sp., dan Xylocarpus sp. Nilai ekonomi total ekosistem mangrove mencapai Rp4.335.000.000 per tahun, terdiri atas direct use value sebesar Rp2.040.000.000, indirect use value sebesar Rp1.995.000.000, dan nilai wisata sebesar Rp300.000.000. Hasil regresi menunjukkan bahwa pendapatan, umur, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan, sedangkan biaya perjalanan, jarak tempuh, dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ekowisata mangrove berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Rekomendasi pengelolaan diarahkan pada peningkatan fasilitas, kebersihan, promosi wisata, serta penguatan partisipasi lokal agar manfaat ekonomi dan ekologis tetap berkelanjutan di masa depan.
Copyrights © 2026