Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan prioritas pemerintah Indonesia yang diarahkan untuk memperbaiki pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Artikel ini bertujuan mengkaji kelebihan dan kekurangan MBG dalam konteks sekolah dasar melalui metode studi pustaka. Sumber data berupa artikel ilmiah terbaru, pedoman resmi Badan Gizi Nasional, publikasi UNICEF, WHO, WFP, serta dokumen kebijakan yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan temuan ke dalam aspek manfaat pendidikan, manfaat gizi, dampak sosial-ekonomi, serta tantangan implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG berpotensi meningkatkan kehadiran, ketepatan waktu, motivasi belajar, konsentrasi, asupan gizi harian, pembiasaan perilaku hidup bersih, dan pengurangan beban pengeluaran keluarga. Namun, program ini juga menghadapi kendala berupa distribusi yang belum merata, potensi ketidaksesuaian menu dengan kebutuhan gizi dan selera lokal, masalah sampah kemasan, risiko keamanan pangan, penurunan pendapatan kantin sekolah, serta kebutuhan tata kelola anggaran yang akuntabel. Keberhasilan MBG di sekolah dasar memerlukan pedoman teknis yang konsisten, pengawasan mutu makanan, keterlibatan guru, integrasi edukasi gizi, serta kolaborasi dengan orang tua, penyedia makanan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha kecil di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026