Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membahas konsep sapangka dan tapaan serta mekanisme pertunjukan Ulu Ambek dalam ranah sapangka dan tapaan. Konsep sapangka, dan tapaan adalah pengelompokkan dan pembagian dalam pertunjukan Ulu Ambek. Sapangka adalah tuan rumah penyelenggara pertunjukan, yang terhimpun dari beberapa kelompok Ulu Ambek yang berasal dari beberapa nagari (desa). Kelompok Ulu Ambek dari sapangka tergabung dalam satu ikatan sosial, budaya, dan wilayah yang disebut lareh. Tapaan adalah kelompok-kelompok Ulu Ambek yang menjadi undangan dalam pertunjukan Ulu Ambek. Para kelompok tapaan Ulu Ambek berasal dari lareh-lareh yang berada di luar kawasan lareh sapangka (tuan rumah) disebut ranah luak-lareh. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menyelami lebih dalam konsep tentang sapangka, tapaan, lareh, dan luak-lareh dengan mengamati pertunjukan Ulu Ambek yang menjadi data penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapangka dan tapaan sudah terbentuk dalam kurun waktu yang sudah lama berdasarkan ikatan sosial, kultural, emosional antar nagari, sehingga pertunjukan Ulu Ambek tertata dengan baik dalam satu sistem yang dipertahankan hingga kini.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membahas konsep sapangka dan tapaan serta mekanisme pertunjukan Ulu Ambek dalam ranah sapangka dan tapaan. Konsep sapangka, dan tapaan adalah pengelompokkan dan pembagian dalam pertunjukan Ulu Ambek. Sapangka adalah tuan rumah penyelenggara pertunjukan, yang terhimpun dari beberapa kelompok Ulu Ambek yang berasal dari beberapa nagari (desa). Kelompok Ulu Ambek dari sapangka tergabung dalam satu ikatan sosial, budaya, dan wilayah yang disebut lareh. Tapaan adalah kelompok-kelompok Ulu Ambek yang menjadi undangan dalam pertunjukan Ulu Ambek. Para kelompok tapaan Ulu Ambek berasal dari lareh-lareh yang berada di luar kawasan lareh sapangka (tuan rumah) disebut ranah luak-lareh. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menyelami lebih dalam konsep tentang sapangka, tapaan, lareh, dan luak-lareh dengan mengamati pertunjukan Ulu Ambek yang menjadi data penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapangka dan tapaan sudah terbentuk dalam kurun waktu yang sudah lama berdasarkan ikatan sosial, kultural, emosional antar nagari, sehingga pertunjukan Ulu Ambek tertata dengan baik dalam satu sistem yang dipertahankan hingga kini.
Copyrights © 2026