Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara social intelligence dan loneliness pada mahasiswa perantau suku Batak Toba di Kota Medan, serta menguji hipotesis bahwa self-esteem berperan sebagai moderator dalam hubungan tersebut. Subjek penelitian berjumlah 180 mahasiswa berusia 18–25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi UCLA Loneliness Scale Version 3, Tromsø Social intelligence Scale, dan Modified Rosenberg Self-esteem Scale. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan analisis deskriptif, uji reliabilitas, uji asumsi, korelasi Pearson, dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social intelligence berhubungan negatif dan signifikan dengan loneliness (β = -0.291, p < 0.01). Self-esteem juga berhubungan negatif dan signifikan dengan loneliness (β = -0.266, p < 0.01). Namun, hipotesis moderasi ditolak karena self-esteem tidak memoderasi hubungan antara social intelligence dan loneliness (β = 0.049, p > 0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh langsung terhadap loneliness, tetapi tidak saling berinteraksi.
Copyrights © 2026