Angkatan kerja merupakan salah satu potensi utama suatu daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial. Peningkatan perekonomian, daya saing, serta pemerataan kesejahteraan sangat bergantung pada produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu, optimalisasi penyerapan tenaga kerja menjadi penting karena mencerminkan efektivitas pembangunan daerah. Salah satu indikator penting adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang menunjukkan tingkat keterlibatan penduduk dalam aktivitas ekonomi. Semakin tinggi TPAK, semakin besar kontribusi tenaga kerja dalam pembangunan. Di Kabupaten Karanganyar, jumlah penduduk usia kerja perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun partisipasi mereka justru lebih rendah. Pada tahun 2025, TPAK perempuan tercatat sebesar 65,06, sedangkan laki-laki mencapai 84,76. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan perempuan, dengan rata-rata lama sekolah 8,75 tahun, lebih rendah dibandingkan laki-laki sebesar 9,74 tahun. Keterbatasan akses pendidikan akibat distribusi fasilitas yang tidak merata menjadi faktor utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan guna meningkatkan akses pendidikan perempuan sehingga dapat meningkatkan kualitas dan partisipasi mereka dalam angkatan kerja.
Copyrights © 2026