Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains murid dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Murid cenderung pasif dan belum terbiasa melakukan kegiatan ilmiah seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menafsirkan, memprediksi, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains murid kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design jenis Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh murid kelas IV SD Islam Al-Badar tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 41 murid. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan pembagian kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains murid pada pembelajaran IPAS. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, model Discovery Learning efektif meningkatkan keterampilan proses sains murid sekolah dasar.
Copyrights © 2026