Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan kekayaan budaya yang sangat bernilai, namun pada saat yang sama juga menyimpan potensi terjadinya konflik sosial, khususnya dalam hal keagamaan. Munculnya berbagai fenomena intoleransi dan radikalisme menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian antara nilai ideal dalam ajaran Islam dengan realitas praktik sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan antropologis yang berwawasan multikultural. Pendekatan antropologis memandang agama tidak hanya sebagai kumpulan doktrin atau teks yang bersifat statis, tetapi sebagai fenomena sosial-budaya yang dinamis dan terus berkembang dalam kehidupan manusia sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan, moderasi beragama, serta pedagogi dalam PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paradigma antropologis dalam PAI berbasis multikultural mampu menjembatani kesenjangan antara nilai-nilai ideal agama dan realitas kehidupan. Hal ini dilakukan melalui penguatan nilai-nilai universal seperti Karāmah al-Insān (kemuliaan manusia) dan semangat Rahmatan lil ‘Ālamīn. Strategi implementasinya menuntut adanya pergeseran dari pola pembelajaran yang bersifat normatif-doktrinal menuju pendekatan yang lebih humanistik dan transformatif, dengan menekankan dialog reflektif, ukhuwah Islamiyah, serta sikap toleransi. Transformasi paradigma ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial yang tinggi, disertai integritas moral dan kemampuan untuk menjaga harmoni dalam masyarakat yang majemuk.
Copyrights © 2026