Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN 4 Bungkuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa rendahnya ketuntasan belajar disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa, dominannya metode ceramah, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Ketuntasan klasikal awal hanya mencapai 5,3%. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Examples Non Examples berbantuan media video interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Keberagaman Sosial dan Budaya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 19 siswa kelas IV SDN 4 Bungkuk, Kabupaten Lampung Timur. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen tes dan lembar observasi telah divalidasi oleh ahli. Kriteria keberhasilan ditetapkan apabila minimal 85% siswa mencapai nilai ≥70. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 5,3% pada pra-siklus menjadi 36,8% pada Siklus I dan 89,5% pada Siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,05 menjadi 70,68 dan 77,00. Aktivitas guru meningkat dari skor 2,57 menjadi 3,71, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 2,45 menjadi 3,27. Disimpulkan bahwa model Examples Non Examples berbantuan media video interaktif efektif meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.
Copyrights © 2026