Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan kritis secara sistematis terhadap model estimasi biaya berbasis proses yang dikembangkan oleh Tang et al. (2012) serta mengidentifikasi peluang integrasi pendekatan Activity-Based Costing (ABC) dengan teknologi analitik data modern. Kajian dilakukan melalui analisis mendalam terhadap konsep, struktur, keunggulan, keterbatasan, dan relevansi model dalam pengembangan sistem estimasi biaya manufaktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Tang et al. mampu meningkatkan akurasi estimasi biaya dibandingkan metode ABC tradisional melalui pemanfaatan analisis input-output untuk memodelkan hubungan konsumsi timbal balik antaraktivitas dan sumber daya. Model ini juga mengintegrasikan faktor kualitas, seperti tingkat cacat, penolakan, keberhasilan pengerjaan ulang, biaya, dan waktu proses, sehingga menghasilkan estimasi yang lebih akurat. Selain itu, model menyediakan kerangka terintegrasi yang mencakup estimasi biaya komponen, perakitan produk, hingga penetapan harga. Secara teoritis, kajian ini memperluas pengembangan model estimasi biaya melalui integrasi ABC dengan machine learning, data mining, dan pemodelan statistik. Secara praktis, temuan penelitian memberikan rekomendasi bagi industri untuk meningkatkan akurasi estimasi biaya dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif serta berkelanjutan.
Copyrights © 2026