Desain interior ruang baca merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kenyamanan kerja pustakawan dan kelancaran operasional perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi desain interior ruang baca Perpustakaan STT Sangkakala, mengetahui kenyamanan kerja pustakawan, serta menganalisis hubungan antara desain interior ruang baca dan fungsi operasional pustakawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pustakawan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interior ruang baca Perpustakaan STT Sangkakala masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti ruang baca yang menyatu dengan area layanan peminjaman, penataan furnitur yang kurang ergonomis, keterbatasan zonasi ruang, serta pengendalian kebisingan yang belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan kerja pustakawan, baik secara fisik maupun psikologis, dan memengaruhi pelaksanaan fungsi operasional seperti pelayanan, pengelolaan koleksi, dan pengawasan ruang baca. Penelitian ini menegaskan bahwa desain interior ruang baca memiliki hubungan yang erat dengan efektivitas kerja pustakawan dan kualitas layanan perpustakaan. Oleh karena itu, desain interior ruang baca perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pustakawan sebagai pengguna utama ruang kerja agar operasional perpustakaan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026