Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan wasit bola voli DKI Jakarta terhadap peraturan permainan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tahun 2025-2028. Wasit memegang peranan krusial dalam memastikan pertandingan berlangsung adil dan sesuai aturan, namun fenomena ketidakseragaman penerapan peraturan di lapangan masih kerap terjadi. Dari 58 kompetisi yang diamati selama delapan bulan, hanya 18 kompetisi (31%) yang menerapkan peraturan terbaru tahun 2025, sementara 40 kompetisi (69%) masih menggunakan peraturan lama. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis Skala Guttman yang terdiri dari 25 butir pernyataan. Sampel berjumlah 51 orang wasit aktif yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, dipilih melalui teknik random sampling dari populasi 102 wasit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan wasit secara keseluruhan berada pada kategori Cukup (86,3%), dengan rata-rata skor 41,37 dari skor maksimal 50. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara jenjang lisensi dengan kualitas pengetahuan: wasit Nasional A meraih rata-rata 47,00, Nasional B 44,00, Nasional C 39,60, dan Daerah/Provinsi 31,00. Aspek peraturan yang paling lemah dipahami adalah ketentuan passing atas libero (66,7% benar) dan perubahan aturan net foul (76,5%). Faktor penyebab kesenjangan mencakup ketimpangan akses pembinaan, interferensi kognitif aturan lama, dan absennya evaluasi pascasosialisasi yang sistematis.
Copyrights © 2026