Kasus defleksi material dan korosi pada komponen mesin pneumatik di perusahaan farmasi merupakan kesalahan fatal karena dapat membuat kontaminasi proses produksi, dan dapat menjadi temuan saat proses audit. Bracket actuator pneumatik merupakan komponen sistem material handling yang berfungsi menopang dan mentransmisikan beban selama proses operasi. Kegagalan struktur bracket maupun defleksi material pada komponen ini dapat mengganggu kontinuitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan struktur bracket actuator pneumatik berbahan Stainless Steel 304 menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) pada perangkat lunak SolidWorks 2024. Simulasi dilakukan dengan tiga variasi pembebanan statis, yaitu 75 kg, 150 kg, dan 250 kg. Parameter yang dievaluasi meliputi stress, displacement, strain, dan factor safety. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada beban 75 kg dan 150 kg, tegangan maksimum yang terjadi masing-masing sebesar 80 MPa dan 160 MPa, masih berada di bawah yield strength material sebesar 207 MPa. Factor safety yang diperoleh sebesar 2,6 dan 1,3, menunjukkan bahwa struktur masih aman digunakan. Pada pembebanan 250 kg, tegangan maksimum meningkat menjadi 266 MPa dan faktor keamanan menurun menjadi 0,8, sehingga struktur berpotensi mengalami deformasi permanen. Konsentrasi tegangan tertinggi teridentifikasi pada area pemasangan aktuator dan lengan vertikal penopang. Berdasarkan hasil tersebut, beban operasional direkomendasikan tidak melebihi beban 150 kg.
Copyrights © 2026