Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia periode Q1 2023-Q2 2025. Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran mendorong perbankan syariah untuk beradaptasi melalui layanan pembayaran digital berbasis QRIS untuk meningkatkan efesiensi transaksi dan daya saing industri keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berbentuk data triwulanan yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi nilai transaksi QRIS, jumlah pengguna QRIS, volume transaksi QRIS, dan jumlah merchant QRIS, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan aset perbankan syariah. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial seluruh variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah. Namun, secara simultan variabel pertumbuhan QRIS berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 < 0,05. Selain itu, nilai koefisien determinasi sebesar 0,880 menunjukkan bahwa 88% variasi pertumbuhan aset perbankan syariah dapat dijelaskan oleh variabel pertumbuhan QRIS.
Copyrights © 2026