Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan ma‘iyatullāh melalui pendekatan tafsir tematik dengan perspektif tasawuf. Fokus penelitian diarahkan pada hakikat, bentuk, dan urgensi ma‘iyatullāh. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan ilmu tafsir dan ilmu tasawuf yang disusun menggunakan metode tematik. Data diperoleh dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ma‘iyatullāh, kemudian dianalisis dari berbagai aspek kebahasaan dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma‘iyatullāh adalah kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya secara mutlak tanpa dibatasi oleh ruang, waktu, maupun kondisi tertentu. Ma‘iyatullāh terbagi menjadi dua bentuk, yaitu ma‘iyah ‘āmmah dan ma‘iyah khāṣṣah. Ma‘iyah ‘āmmah merupakan kebersamaan Allah dengan seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sedangkan ma‘iyah khāṣṣah merupakan kebersamaan Allah secara khusus kepada hamba-hamba yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan. Urgensi ma‘iyatullāh tampak dalam keutamaan yang diperoleh orang-orang yang bersama Allah, berupa pahala, pertolongan, kemenangan, petunjuk, dan cinta-Nya, serta dampak positif berupa kesadaran akan pengawasan Allah dan kemampuan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami hakikat ma‘iyatullāh berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus menjadi refleksi tentang pentingnya iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah.
Copyrights © 2026