Penelitian ini menyusun dan menguji kerangka tafsir saintifik tematik untuk memetakan korespondensi antara redaksi al‑Qur’an dan data botani kontemporer pada lima tumbuhan yang disebut eksplisit: tin, zaitun, kurma, delima, dan anggur. Menggunakan pendekatan kualitatif‑deskriptif berbasis studi kepustakaan dan teknik Tafsir Maudhu’i, kajian mengombinasikan analisis linguistik‑redaksional ayat dengan bukti botani, biokimia, dan farmakologi terkini untuk menilai apakah konteks penyebutan tumbuhan dalam teks memiliki korelasi struktural dengan profil bioaktif dan fungsi fisiologisnya. Temuan menunjukkan pola korespondensi yang beragam: tin dan zaitun menampilkan resonansi konseptual antara diksi retoris dan sifat biologis protektif; kurma menunjukkan korespondensi fungsional langsung terkait nutrisi pasca-persalinan; delima mencerminkan variabilitas fitokimia yang sesuai dengan frasa tekstual tentang keserupaan dan perbedaan; anggur menegaskan dualitas manfaat dan risiko yang dikembalikan pada nalar manusia. Artikel ini menawarkan model analisis komparatif‑integratif yang menegaskan batas dan validitas tafsir saintifik tanpa mereduksi tujuan teologis teks, serta merekomendasikan pengembangan penelitian empiris interdisipliner untuk menguji hipotesis fungsional yang diangkat.
Copyrights © 2026