Keberadaan tafsir sufistik dalam khazanah tafsir Al-Qur’an masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi dan ulama, terutama terkait validitas epistemologisnya serta posisi teologis mufasir yang mengembangkannya. Penelitian ini bertujuan, bagaimana karakteristik tafsir sufistik dalam Rūḥ al-Ma‘ānī karya Mahmud al-Alūsi, dan bagaimana genealogi pengetahuan yang membentuk konstruksi pemikirannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sosio-historis untuk menelusuri latar intelektual, sosial, dan keagamaan yang memengaruhi penafsiran al-Alūsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rūḥ al-Ma‘ānī merupakan tafsir bercorak sufistik yang mengintegrasikan dimensi eksoterik dan esoterik secara proporsional melalui pendekatan isyārī yang tetap berlandaskan kaidah kebahasaan, riwayat, dan prinsip-prinsip Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah. Genealogi pemikiran al-Alūsi dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu lingkungan keluarga ulama, pendidikan formal dan nonformal yang kuat, keterlibatannya dalam tradisi tasawuf, serta dinamika sosial-politik dan intelektual. Penelitian ini menunjukkan bahwa corak sufistik dalam Rūḥ al-Ma‘ānī tidak merepresentasikan penyimpangan metodologis, melainkan upaya memperluas pemaknaan Al-Qur’an melalui sintesis antara dimensi lahir dan batin. Dengan demikian, tafsir al-Alūsi menunjukkan bahwa pendekatan sufistik dapat menjadi bagian integral dari tradisi tafsir Sunni yang tetap mempertahankan validitas ilmiah dan teologisnya.
Copyrights © 2026