Perkembangan digitalisasi mendorong pemerintah daerah untuk mentransformasi tata kelola riset dan inovasi daerah, termasuk melalui perkembangan aplikasi SETIA 2.0 oleh Bappeda Kabuparen Sidoarjo sebagai sistem pengendalian pelaksanaan riset dan inovasi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aplikasi SETIA 2.0 dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan mampu meningkatkan efektivitas pendampingan, integrasi data, serta kontrol manajerial terhadap usulan riset dan inovasi daerah. Berdasarkan teori implementasi kebijakan oleh George C. Edward III menunjukkan bahwa aspek komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah terlaksana dengan baik, sementara aspek sumber daya belum terpenuhi secara optimal terutama pada kapasitas sumber daya manusia dan dukungan teknis implementasi aplikasi SETIA 2.0. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi melalui aplikasi SETIA 2.0 merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola inovasi daerah dan menjadi bukti bahwa transformasi digital mampu memberikan kinerja positif tata kelola pemerintahan.
Copyrights © 2025