Transformasi digital kini telah memengaruhi pola interaksi masyarakat pesisir di Desa Parit Tanjung Balai Karimun. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan interaksi tradisional masyarakat pesisir akibat perkembangan teknologi digital dan pengunaan media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan redukasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sebelum masuknya era digital, masyarakat pesisir hidup dalam ikatan komunal yang kuat dengan komunikasi tatap muka, gotong royong dan solidaritas sosial yang tinggi. Dengan kehadiran smartporhn, internet, dan media sosial mengubah pola komunikasi ke ruang digital sehingga interaksi langsung mulai berkurang. Selain itu, muncul kesenjangan teknologi dan perubahan identitas sosial pada generasi muda pesisir. Di sisi lain, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk melestarikan budaya lokal. Dalam Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital tidak menghilangkan tradisi lokal, melainkan membentuk pola interaksi baru yang menggabungkan nilai tradisional dan budaya digital.
Copyrights © 2026