Keterbatasan air dan perubahan iklim menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan pertanian lahan kering di Kabupaten Sumbawa. Teknologi irigasi hemat air merupakan inovasi yang berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas usahatani, namun tingkat adopsinya masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adopsi teknologi irigasi hemat air serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsinya di Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok terarah, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih berada pada kategori non-adopter dan adopter parsial. Tingkat pendidikan, keaktifan dalam kelompok tani, intensitas mengikuti penyuluhan, dan persepsi terhadap manfaat teknologi berpengaruh positif terhadap adopsi. Sebaliknya, keterbatasan modal, tingginya risiko investasi, dan rendahnya akses pembiayaan menjadi hambatan utama. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan adopsi teknologi irigasi hemat air memerlukan penguatan kapasitas petani, dukungan kelembagaan, layanan penyuluhan yang efektif, serta akses pembiayaan yang lebih luas untuk mendukung pertanian lahan kering yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026