Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap metodologi penelitian pendidikan, termasuk dalam pengembangan dan pengujian validitas instrumen pada penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik validasi instrumen pada penelitian PAI masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berorientasi pada pemenuhan persyaratan statistik sehingga belum sepenuhnya mampu merepresentasikan konstruk keagamaan yang kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma uji validitas instrumen yang lebih adaptif terhadap perkembangan psikometrika modern dan teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis konseptual terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan konseptual serta merumuskan model rekonstruksi validitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas instrumen perlu dipahami sebagai proses ilmiah yang bersifat berkelanjutan melalui integrasi validitas isi, validitas konstruk, validitas empiris, serta pemanfaatan Artificial Intelligence, Rasch Measurement Theory, Confirmatory Factor Analysis, dan learning analytics. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini menawarkan Digital Integrated Validation Framework (DIVF) sebagai kerangka konseptual baru yang mampu meningkatkan kualitas pengembangan instrumen penelitian PAI. Kerangka ini diharapkan menjadi acuan metodologis bagi peneliti dalam menghasilkan instrumen yang lebih valid, reliabel, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan penelitian di era transformasi digital.
Copyrights © 2026