Abstrak: Kajian ini bertujuan mengungkap makna simbolik dan fungsi lemang dalam tradisi Mangalomang. Penelitian dirancang secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan gastronomi sastra sebagai kerangka analisis utama. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi lapangan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber serta analisis mengacu pada kerangka Suwardi Endraswara dan Spradley. Temuan penelitian mengidentifikasi enam makna simbolik yang terkandung dalam komponen lemang seruas bambu, beras ketan, santan kental, daun pisang, daun pandan, dan kemiri yang mencakup dimensi simbolik kuliner, dimensi filosofis yang mereflesikan nilai kehidupan, serta dimensi natural yang berkaitan dengan aspek kesehatan. Selain itu, ditemukan dua fungsi yang menopang eksistensi tradisi ini: fungsi religius sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. dalam perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, serta fungsi kultural yang termanifestasi melalui praktik silaturahmi antartetangga dan budaya gotong royong sebagai etos kebersamaan masyarakat. Kata Kunci: Gastronomi Sastra, Tradisi Mangalomang
Copyrights © 2026