Model Ising dua dimensi merupakan salah satu model yang banyak digunakan untuk mempelajari fenomena transisi fase pada sistem magnetik. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik sistem Ising pada kisi teratur dan kisi tak teratur menggunakan metode Monte Carlo berbasis algoritma Metropolis. Simulasi dilakukan pada ukuran kisi 20 × 20, 40 × 40, dan 60 × 60 dengan 10.000 langkah Monte Carlo serta rentang temperatur 1,5–3,5. Parameter yang diamati meliputi magnetisasi, energi rata-rata per spin, dan kapasitas kalor. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa magnetisasi menurun seiring meningkatnya temperatur, sedangkan energi berubah secara bertahap menuju keadaan yang lebih tidak teratur. Kapasitas kalor mencapai nilai maksimum pada rentang temperatur sekitar 2,2–2,3 yang mengindikasikan terjadinya transisi fase dari feromagnetik ke paramagnetik. Dibandingkan dengan kisi teratur, kisi tak teratur menghasilkan fluktuasi yang lebih besar, tetapi pola perubahan ketiga parameter tetap menunjukkan kecenderungan yang sama. Hasil yang diperoleh juga berada dekat dengan temperatur kritis teoritis model Ising dua dimensi, sehingga metode Monte Carlo berbasis algoritma Metropolis dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik transisi fase pada kedua struktur kisi.
Copyrights © 2026