Pemanfaatan bahan alam sebagai penguat komposit tanah liat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas bata ekspos yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi fraksi serat sabut kelapa dan serat bambu dengan filler abu sekam padi terhadap sifat fisik dan mekanik komposit tanah liat sebagai bahan alternatif bata ekspos. Komposisi matriks–penguat divariasikan sebesar 95%:5%, 92,5%:7,5%, 90%:10%, 87,5%:12,5%, dan 85%:15%, sedangkan perbandingan serat kelapa, serat bambu, dan abu sekam padi dijaga konstan sebesar 40%:40%:20% dari total penguat. Serat kelapa sepanjang 1 cm, serat bambu 2 cm, dan abu sekam padi berukuran 80–100 mesh dicampur secara manual selama 10 menit, kemudian dicetak pada tekanan 50 bar selama 1 menit, dikeringkan hingga massa konstan, dan dibakar pada suhu 600°C selama 5 jam. Karakterisasi meliputi pengujian densitas, porositas, kuat tarik, kuat tekan, serta pengamatan mikrostruktur menggunakan SEM. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya komposisi optimum yang mampu meningkatkan kekuatan mekanik dan mengendalikan porositas bata ekspos. Temuan ini berpotensi mendukung pengembangan material bangunan berbasis sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.
Copyrights © 2026