Keterbatasan lahan produktif di pedesaan menuntut adanya inovasi budidaya pertanian yang dapat memanfaatkan lahan tidak produktif. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan lahan pekarangan tidak produktif di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, untuk budidaya sawi (Brassica juncea) dan kale (Brassica oleracea var. sabellica) menggunakan metode hidroponik apung. Tahapan kegiatan meliputi persiapan media pembenihan, pembangunan greenhouse dan bak hidroponik, pemindahan bibit ke sistem rakit apung, serta sosialisasi metode kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa sawi dapat dipanen pada umur 25–35 hari dengan bobot rata-rata 150–200 g/tanaman, sedangkan kale dipanen pada umur 35–40 hari dengan bobot 200–250 g/tanaman. Kegiatan ini berhasil meningkatkan produktivitas lahan yang semula terbengkalai serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat desa melalui pertanian modern berbasis hidroponik.
Copyrights © 2026