Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit infeksi umum yang membutuhkan terapi antibiotik yang tepat. Menurut data dari American Urological Association (AUA) pada tahun 2020, ISK tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan insiden sekitar 150 juta kasus setiap tahunnya. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien dengan infeksi saluran kemih berdasarkan metode Gyssens di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, Makassar, pada tahun 2024. Ini adalah studi kuantitatif non-eksperimental dengan desain observasional analitik melalui pendekatan retrospektif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan analisis tabulasi silang . Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah perempuan (89,5%), dengan kelompok usia terbesar 12–25 tahun (44,7%). Terapi antibiotik yang paling sering digunakan adalah seftriakson (44,7%). Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik rasional sebesar 27,7% dan penggunaan antibiotik irasional sebesar 72,3%, dengan ketidakakuratan yang paling sering ditemukan pada durasi pemberian obat dan dosis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan farmasi klinis dan penggunaan antibiotik yang lebih rasional untuk mengurangi risiko resistensi antibiotik. Kata kunci: Antibiotik, Gyssens , Rasional, Infeksi Saluran Kemih
Copyrights © 2026