Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontestasi antara dakwah salafi dan kultural dalam tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia dari perspektif komunikasi dakwah. Studi ini muncul dari kebutuhan untuk memahami bagaimana perbedaan strategi dakwah memengaruhi pembentukan identitas keagamaan dan legitimasi praktik keagamaan dalam masyarakat Muslim yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis konten kualitatif terhadap artikel, buku, dokumen organisasi Islam, serta narasi dakwah terkait Maulid Nabi dan dakwah Salafi. Unit analisis meliputi narasi, argumentasi, dan wacana komunikasi dakwah yang dianalisis melalui kerangka teori komunikasi dakwah dan teori identitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pola komunikasi dakwah yang berbeda. Dakwah kultural menggunakan pendekatan persuasif, dialogis, dan adaptif melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan tradisi budaya lokal yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial serta memfasilitasi internalisasi nilai-nilai keagamaan. Sebaliknya, dakwah Salafi menekankan pendekatan skripturalis, normatif, dan korektif berdasarkan legitimasi tekstual Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga menempatkan praktik Maulid sebagai bid’ah. Kontestasi ini mencerminkan perbedaan orientasi komunikasi, pembentukan identitas sosial, dan perebutan otoritas dalam interpretasi agama. Penelitian ini terbatas pada studi pustaka dan wacana tekstual, sehingga belum meneliti pengalaman empiris pelaku dakwah maupun dinamika dakwah di media digital. Temuan ini memberikan panduan bagi praktisi dakwah untuk menyesuaikan strategi komunikasi sesuai dengan konteks sosial-budaya, serta memahami implikasi kontestasi dakwah terhadap penerimaan sosial dan identitas keagamaan. Penelitian ini menempatkan tradisi Maulid Nabi sebagai arena kontestasi komunikasi dakwah serta memberikan kontribusi baru dalam studi komunikasi dakwah dengan menekankan interaksi agama, budaya, dan legitimasi religius dalam masyarakat Muslim Indonesia kontemporer.
Copyrights © 2026